Penarikan Mahasiswa PPL-KKN Terpadu Angkt. VI Tahun 2025

Penarikan Mahasiswa PPL-KKN Terpadu Angkt. VI Tahun 2025

Majene – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Majene resmi melaksanakan penarikan mahasiswa PPL–KKN Terpadu Angkatan VI Tahun 2025 setelah menjalani pengabdian dan praktik lapangan selama lebih dari dua bulan di dua provinsi, yakni Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Sebanyak 375 mahasiswa telah ditempatkan dan mengabdi di berbagai wilayah, meliputi Kabupaten Majene, Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Mamuju, Kota Pinrang, hingga Kota Makassar. Selama masa penugasan, mahasiswa didampingi oleh 59 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang tersebar di desa dan kelurahan pada dua provinsi tersebut.

Kepala P3M STAIN Majene menyampaikan bahwa pelaksanaan PPL–KKN Terpadu tahun ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Kerja sama antara mahasiswa, DPL, dan pemerintah setempat terjalin harmonis sehingga berbagai program kerja yang disusun dapat direalisasikan dengan optimal.

“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar. Kami memperoleh banyak kesan positif dari pemerintah daerah, baik dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Program PPL–KKN Terpadu tahun 2025 ini tidak hanya menjadi ajang penguatan kompetensi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, namun juga menjadi media belajar lintas budaya dan sosial di berbagai daerah.Pemerintah daerah di lokasi penugasan memberikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa dalam berbagai kegiatan, mulai dari bidang pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan keagamaan. Pihak pemerintah setempat menilai bahwa kegiatan keagamaan merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat. Hal ini sejalan dengan karakteristik STAIN Majene yang dikenal memiliki kekuatan pada aspek keagamaan, sehingga kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dirasakan sangat relevan dan bermanfaat.

Dengan selesainya penarikan ini, P3M STAIN Majene berharap mahasiswa dapat membawa pengalaman berharga tersebut sebagai bekal profesionalisme dan kepemimpinan ketika kembali ke kampus maupun di masa depan.