[MAJENE] - Sebanyak 70 dosen STAIN Majene mengikuti Pelatihan Metode Asset Based Community Development (ABCD) dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung di Smart Lab Lantai 3 STAIN Majene, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua STAIN Majene Prof. Dr. Wasilah, ST., MT., Wakil Ketua II, Kepala P3M Muh. Ilham Usman, Kepala P2M, Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam, Ketua Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, serta narasumber Dr. Andi Asrifan, M.Pd.
Kepala P3M, Muh. Ilham Usman, menegaskan bahwa pendekatan ABCD menempatkan masyarakat sebagai aktor pembangunan, bukan sekadar objek pengabdian. Menurutnya, perguruan tinggi perlu menggali aset, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki masyarakat untuk dikembangkan menjadi sumber pembelajaran, riset, dan pengajaran.
Sementara itu, Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Wasilah, ST., MT., menyampaikan bahwa perubahan sosial yang dipicu perkembangan teknologi digital menuntut perguruan tinggi menyesuaikan metode pelaksanaan PkM. Ia menilai pendekatan kemitraan berbasis pengembangan aset masyarakat lebih relevan dibanding metode pendampingan konvensional.
“Melalui metode ABCD, masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek program, melainkan sebagai mitra kerja yang bersama-sama mengembangkan potensi wilayahnya,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dosen STAIN Majene dalam merancang dan melaksanakan program PkM yang lebih partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.