Belajar Sambung Pucuk Kakao Bersama Wisatawan Jepang, Mahasiswa KKN STAIN Majene Kenali Potensi Desa Rappang

Belajar Sambung Pucuk Kakao Bersama Wisatawan Jepang, Mahasiswa KKN STAIN Majene Kenali Potensi Desa Rappang

Belajar Sambung Pucuk Kakao Bersama Wisatawan Jepang, Mahasiswa KKN STAIN Majene Kenali Potensi Desa Rappang

21 Agustus 2026

Rappang, Tapango, Polewali Mandar — Mahasiswa KKN Angkatan VII STAIN Majene Posko Desa Rappang, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, melaksanakan salah satu program kerja melalui kegiatan belajar sambung pucuk tanaman kakao bersama wisatawan Jepang di salah satu kebun kakao milik warga Desa Rappang, Suherman.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman menarik bagi mahasiswa KKN karena mereka tidak hanya belajar mengenai teknik sambung pucuk kakao, tetapi juga berkesempatan berinteraksi dan belajar bersama wisatawan Jepang yang turut mengikuti praktik secara langsung di kebun kakao.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN STAIN Majene dan wisatawan Jepang bersama-sama mempraktikkan teknik sambung pucuk pada tanaman kakao. Para peserta belajar mengenal tanaman kakao lebih dekat, mulai dari pemilihan batang hingga proses penyambungan dan perawatannya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa, pemilik kebun, serta wisatawan Jepang. Proses belajar dilakukan langsung di lapangan sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus memahami lebih dalam potensi tanaman kakao yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Rappang.

Suherman selaku pemilik kebun kakao turut memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan wisatawan Jepang untuk belajar secara langsung di kebunnya. Melalui kegiatan tersebut, pengalaman masyarakat dalam mengelola tanaman kakao dapat menjadi sumber pembelajaran bagi para peserta.

Bagi mahasiswa KKN Posko Desa Rappang, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh potensi pertanian desa. Tanaman kakao menjadi salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat maupun generasi muda.

Selain belajar mengenai teknik pertanian, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi dan pertukaran pengalaman lintas budaya. Mahasiswa STAIN Majene dan wisatawan Jepang tersebut dapat belajar bersama melalui potensi lokal yang dimiliki Desa Rappang.

Melalui kegiatan sambung pucuk tersebut, mahasiswa KKN berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal potensi tanaman kakao serta memiliki ketertarikan untuk mempelajari dan mengembangkan sektor pertanian di daerahnya.

Kegiatan sederhana di kebun kakao Desa Rappang ini menjadi bukti bahwa proses belajar dapat berlangsung di mana saja. Dari Desa Rappang, mahasiswa, masyarakat, dan wisatawan Jepang bersama-sama belajar, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih dalam potensi kakao.

Dari Desa Rappang, belajar bersama, mengenal kakao lebih dekat, dan membangun kolaborasi lintas budaya.

Nama Peserta Mahasiswa STAIN Majene dan asal Prodi:
1. Durratul Baida’i  ( Hukum Ekonomi Syariah)
2. Nurdawati ( Pendidikan Agama Islam)
3. Ailun Rizki ( Hukum keluarga islam)
4. Nur Magfhira ( Komunikasi Penyiaran islam)
5. Nur Hafidzah Ardaniah (Bimbingan kongseling Pendidikan islam)
6. Syamsul Ridha (Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah)
7. Darmi (Pendidikan Agama Islam)
8. Aksan (Pendidikan Agama Islam)
9. Aldi (Komunikasi Penyiaran Islam)