Kepala P3M STAIN Majene Hadiri Pendampingan ISO 21001:2025, Perkuat Komitmen Budaya Mutu Institusi

Kepala P3M STAIN Majene Hadiri Pendampingan ISO 21001:2025, Perkuat Komitmen Budaya Mutu Institusi

[MAJENE] — Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Majene, Muh. Ilham Usman, turut hadir dalam kegiatan Pendampingan International Organization for Standardization (ISO) 21001:2025 yang diselenggarakan Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAIN Majene di Hotel Villa Bogor Majene, Sabtu (5/9/2026).

Kehadiran Kepala P3M bersama pimpinan institusi dan perwakilan berbagai unit kerja menegaskan keterlibatan lintas unit dalam memperkuat tata kelola dan budaya mutu di lingkungan STAIN Majene. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., sebagai narasumber dan pendamping di bidang penjaminan mutu. Pendampingan difokuskan pada pemahaman serta penerapan standar manajemen organisasi pendidikan melalui ISO 21001:2025 sebagai bagian dari upaya STAIN Majene untuk meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan.

ISO 21001 merupakan standar sistem manajemen untuk organisasi pendidikan yang menekankan pentingnya pengelolaan proses pendidikan secara sistematis, berorientasi pada peserta didik dan pemangku kepentingan, serta didukung oleh mekanisme peningkatan berkelanjutan. Dalam sesi pendampingan, Prof. Budiyono membahas sejumlah aspek penting dalam membangun budaya mutu (quality culture) di perguruan tinggi. Peserta diajak memahami klausul-klausul standar, termasuk pengelolaan risiko, penetapan sasaran mutu yang terukur, serta penyelarasan proses kerja pada layanan akademik dan nonakademik.

Keterlibatan Kepala P3M dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses penyelarasan tata kelola mutu lintas unit. Sebagai unit yang memiliki peran dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, P3M perlu memastikan proses dan layanan yang dijalankan memiliki arah pengembangan yang selaras dengan sistem mutu institusi. Pendampingan berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan evaluasi terhadap kesiapan dokumen serta prosedur operasional standar (SOP) pada unit kerja masing-masing.

Pelibatan unsur pimpinan, administrasi, program studi, serta unit pendukung lainnya menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen mutu tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit, melainkan membutuhkan komitmen bersama seluruh unsur institusi. Melalui kegiatan ini, STAIN Majene terus mempersiapkan tata kelola kelembagaan yang lebih terukur, terdokumentasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Implementasi standar ISO 21001:2025 diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas sekaligus mendorong terbentuknya budaya mutu yang konsisten di seluruh lini organisasi.

Bagi STAIN Majene, langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju tata kelola perguruan tinggi yang semakin profesional dan berorientasi pada standar internasional. Keterlibatan seluruh unit, termasuk P3M, menjadi modal penting untuk memastikan peningkatan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan kelembagaan. [MIU]