Manfaatkan Limbah Sabut Kelapa, KKN STAIN Majene Dorong Produksi Cocopeat di Desa Bonde-Bonde

Manfaatkan Limbah Sabut Kelapa, KKN STAIN Majene Dorong Produksi Cocopeat di Desa Bonde-Bonde

BONDE-BONDE, Tubo Sendana — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Majene Angkatan VII Posko 2 Malaqbiq menggelar Seminar dan Workshop Pembuatan Cocopeat di Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, pada 18 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja utama KKN yang dilaksanakan untuk memanfaatkan potensi lokal sekaligus memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Program ini berfokus pada pengolahan sabut kelapa yang tersedia di lingkungan masyarakat menjadi cocopeat yang dapat digunakan sebagai media tanam.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengertian, manfaat, serta cara pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat. Setelah pemaparan materi, mahasiswa KKN bersama masyarakat melakukan praktik secara langsung mulai dari proses pengolahan sabut kelapa hingga menghasilkan cocopeat yang siap dimanfaatkan.

Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Bonde-Bonde untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain dapat digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman, pemanfaatan sabut kelapa juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Desa Bonde-Bonde menyampaikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa KKN STAIN Majene. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat sebagai keterampilan yang bermanfaat bagi pengelolaan potensi desa.

“Semoga masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan baru dan memanfaatkan potensi yang ada di desa. Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN STAIN Majene Posko 2 Malaqbiq, Yusuf, berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, sehingga sabut kelapa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan bisa menjadi sesuatu yang berguna, terutama untuk mendukung pertanian dan pemanfaatan lahan pekarangan,” ungkap Yusuf.

Melalui kegiatan tersebut, KKN STAIN Majene Posko 2 Malaqbiq berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Bonde-Bonde untuk mengembangkan pemanfaatan sumber daya desa secara kreatif dan berkelanjutan.