[MAJENE] - Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Majene menyelenggarakan pembekalan dan pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis ABCD tahun 2026, di Gedung TPD Lt. 5, 27-28 Juli 2026.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Wasilah, S.T., M.T., dan turut dihadiri oleh Wakil Ketua, Ketua-Ketua Jurusan, Ketua-Ketua Prodi, Kepala P2M, dan Kepala P3M, Dr. Muh. Ilham Usman, M.Fil.I., para dosen pembimbing lapangan, seluruh panitia kegiatan, serta mahasiswa peserta KKN.
Jumlah peserta 367 mahasiswa dengan rincian mahasiswa KKN STAIN Majene 352 orang dan UIN Sunan Ampel Surabaya 15 orang.
Prof. Wasilah dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan salah satu program strategis STAIN Majene yang konsisten menjadi wahana implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PkM).
“KKN bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan proses pembelajaran komprehensif yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan tanggung jawab sosial mahasiswa,” ujarnya.
Materi pembekalan disampaikan oleh Kepala P3M STAIN Majene, Dr. Muh. Ilham Usman, M.Fil.I, Wakil Ketua I, Dr. Muhammad Nasir, MA Kepala Pusat PkM/KKN UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Agus Affandi, M.Fil.I. Ketiganya menekankan bahwa KKN pada tahun 2026 berfokus pada sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam memetakan aset dan potensi desa.
Harapannya, keberadaan mahasiswa STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya di desa-desa dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun tata kelola.
Prof. Wasilah juga menyampaikan pesan penting kepada mahasiswa peserta KKN Kolaboratif STAIN Majene-UIN Sunan Ampel Surabaya. “Saudara akan menjadi duta STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya, sehingga setiap sikap dan tindakan harus mencerminkan etika, profesionalitas, dan tanggung jawab. Bangunlah kemitraan yang kuat dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal. Rancanglah program yang relevan, inovatif, dan berbasis potensi desa. Utamakan keselamatan dan kedisiplinan selama berada di lokasi,” tegasnya.
Apresiasi disampaikan kepada Kepala P3M, Ketua Panitia KKN Kolaboratif, Ketua Pusat KKN UIN Sunan Ampel Surabaya, para dosen pembimbing lapangan, serta seluruh pihak yang mempersiapkan kegiatan dengan baik. “Kerja keras dan koordinasi yang solid menjadi modal utama terselenggaranya KKN Kolaboratif STAIN Majene-UIN Sunan Ampel Surabaya yang berkualitas,” tambah Prof. Wasilah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi mahasiswa STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk mengasah kepemimpinan, empati sosial, dan kemampuan problem solving, sekaligus memperkuat kontribusi STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya dalam pembangunan desa di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene.
[MUI]